Rabu, 27 Januari 2010

TEMPAT YANG TEPAT & WAKTU YANG TEPAT


YOHANES 15:1-8



Ungkapan aku adalah atau EGO EIMI [adalah, ada, terjadi, hidup, berarti, tinggal, datang) menunjukkan kepada pribadi Yesus yang sesungguhnya. Pribadi yang sejatai yang tidak dapat dibandingkan dengan yang lainnya.
15:1 Kata Yesus lagi, "Aku pohon anggur yang sejati, dan Bapa-Ku adalah tukang kebunnya.
15:2 Setiap cabang pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap cabang yang berbuah, dikurangi daunnya dan dibersihkan-Nya supaya lebih banyak lagi buahnya.
15:3 Kalian sudah bersih karena ajaran yang Kuberikan kepadamu.
15:4 Tetaplah bersatu dengan Aku dan Aku pun akan tetap bersatu dengan kalian. Cabang sendiri tak dapat berbuah, kecuali kalau ia tetap pada pohonnya. Demikian juga kalian hanya dapat berbuah, kalau tetap bersatu dengan Aku.
15:5 Akulah pohon anggur, dan kalian cabang-cabangnya. Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan berbuah banyak; sebab tanpa Aku, kalian tak dapat berbuat apa-apa.
15:6 Orang yang tidak tetap bersatu dengan Aku, akan dibuang seperti cabang, lalu menjadi kering. Cabang-cabang yang seperti itu akan dikumpulkan dan dibuang ke dalam api, lalu dibakar.
15:7 Apabila kalian tetap bersatu dengan Aku dan ajaran-Ku tinggal dalam hatimu, mintalah kepada Bapa apa saja yang kalian mau; permintaanmu itu akan dipenuhi.
15:8 Kalau kalian berbuah banyak, Bapa-Ku diagungkan; dan dengan demikian kalian betul-betul menjadi pengikut-Ku.

3 kabar baik dalam konteks
Yohanes 15:1-8

1.Kita harus selalu dibersihkan oleh firman Tuhan (ayat 3).
Καθαρός = katharos (bersih. 2 halal, tidak haram. 3 yang tidak menimbulkan debu.)
Ibrani 10
10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
Lαλέω = laleō (mengajarkan (the Gospel). 2 menasehat, berkata, membisikkan, berbicara, berkata, mengucapkan, menyatakan, membisikkan, memberitakan




2.Kita akan selalu berbuah banyak (ayat 2,5,8).
Καρπός = karpos = buah (buahan). 2 hasil. berbuah. 2 membawa hasil.

Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.
Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.
Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja
Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti (John Gardne)


Jika kita mengatakan bahwa Allah kita hebat besar dan agung kepada orang lain maka dia akan sulit untuk percaya, tetapi ketika kita melakukan sesuatu tentang karya Tuhan yang hebat besar dan agung maka orang disekeliling kita percaya bahwa Tuhan kita memang benar ada.


Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain. - Thomas Hardy



3.Minta apa saja yang kamu kehendaki (ayat 7)


θέλω, θέλω =thelō ethelō berharap, berkehendak, ingin, suka, menikmati


Tapi ingat ada syarat sebelumnya 15:7 Apabila kalian tetap bersatu dengan Aku dan ajaran-Ku tinggal dalam hatimu, mintalah kepada Bapa apa saja yang kalian mau; permintaanmu itu akan dipenuhi.



Tuhan lebih tahu segala kebutuhan kita sebelum kita memintanya.



Kenalilah Allah maka IA akan menjadikan hidupmu BARU


Hosea 3:3-6

Latar Belakang:

Pelayanan Hosea di Kerajaan utara dimulai ketika Yerobeam II memerintah di Israel dan berturut-turut mencakup masa pemerintahan Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia di Yehuda. Saat itu seluruh bangsa Israel sedang berada dalam keadaan yang makmur, namun keadaan rohani mereka menyedihkan dengan adanya penyembahan berhala dan penyembahan asusila terhadap Baal dan Asytoret dan juga penyembahan kepada lembu emas yang dibuat oleh Yerobeam I di Betel dan di Dan.


Hosea adalah nabi yang tampil sesudah Nabi Amos. Ia menyampaikan pesan TUHAN kepada orang-orang di Israel, kerajaan utara, pada masa yang sulit sebelum kerajaan itu jatuh pada tahun 721 Sebelum Masehi. Ia sangat prihatin memikirkan keadaan orang Israel, terutama karena mereka menyembah berhala dan tidak setia kepada TUHAN.
Sesuai dengan perintah Allah, dengan terus terang Hosea menggambarkan ketidaksetiaan mereka itu berdasarkan keadaan rumah tangganya sendiri yang hancur karena ketidaksetiaan istrinya. Sebagaimana Gomer, istrinya, tidak setia kepadanya begitu pula umat Allah tidak setia kepada TUHANnya. Karena perbuatan itu, Israel dihukum.
Gomer adalah seorang Pelacur, ketika dinikahi oleh Hosea bukannya menjadi setia kepada suaminya yang memaafkan serta mengasihaninya. Gomer justru kembali kepada kekasihnya yang lama. Meskipun demikian, Hosea adalah seorang yag tekun dan ia pun dengan penuh belas kasihan berusaha membawanya kembali. Pesan yang disampaikan Hosea juga dinyatakan memalui arti nama yang diberikannya kepada ketiga anaknya,


(Yizreel = Allah menceraiberaikan, Lo-Ruhama = tidak dikasihani, Lo-Ami = bukan umatku)


Sekalipun demikian, kasih TUHAN kepada umat-Nya tidak akan hilang. Ia akan menerima mereka kembali dan memperbaiki hubungan mereka dengan Dia. Cinta TUHAN itu dinyatakan dalam kata-kata indah yang berikut ini, "Hai Israel, tak mungkin engkau Kubiarkan atau Kutinggalkan! .... Tak tega hati-Ku melakukan hal itu, karena cinta-Ku terlalu besar bagimu!" (11:8).


Hosea
6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."


TSS
6:3 Karena itu marilah kita berusaha untuk sungguh-sungguh mengenal TUHAN. Ia pasti akan datang kepada kita seperti datangnya fajar, dan seperti hujan yang membasahi bumi pada akhir musim hujan."
6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.

6:5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.

6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.


Kabar baik yang diberikan Hosea 6:3 buat Max Power dan Good News familly


Ayat 3:


1. Dalam bhs Ibrani kalimat marilah kita mengenal dapat diterjemahkan sebagai berikut: berusahalah belajar untuk mengenal TUHAN.
 buatlah hidupmu berarti maka namamu akan terukir dalam hati orang lain
 penilian yang baik timbul dari pengalaman dan pengalaman timbul dari penilaian yang buruk.
 Ketika max power pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi? Tuhan punya jawabannya, jadi jangan kuatir……..
 Tidak ada yang tahu tentang TUHAN selama masih ada rasa lebih tahu dari TUHAN.
 Hosea 6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.


Yang diminta dari Tuhan Allah dari umatNya ialah “kasih setia” Ibr. Hesed) yaitu kasih yang kokoh dan setia selaku tanggapan terhadap kasihNya, Tuhan Allah juga mengharapkan pengenalan pribadi akan diri Tuhan Allah sebagai Tuhan atas kehidupan mereka, Allah menghendaki hal yang sama dari kita.



2. Tuhan akan muncul seperti Fajar. (Lawan dari fajar adalah kegelapan)
 hidup itu indah saat semua berjalan sesuai rencana, tetapi kehiudpan jauh lebih menarik saat semuanya dalam rancangan Tuhan
 Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menangis, tunjukkan bahwa kamu punya Tuhan Yesus yang membuat sejuta alasan untuk tetap tersenyum.
 Berterimakasihlah bahwa jawaban Tuhan lebih bijaksana dari pada jawaban max Power dan saya.
 Di setiap langkah ada tujuan, disetiap nafas ada kehidupan, disetiap harapan ada kepastian dan disetiap doa ada JAWABAN.

3. Tuhan seperti hujan yang membasahi bumi pada akhir musim hujan." Jika Hujan ada kesegaran, kesejukan(Lawan dari hujan adalah kekeringan)
 Ajaklah Tuhan berjalan bersamamu maka tidak ada yang tidak bias engkau selesaikan. Semua akan terselesaikan dengan baik.
 Harapan selalu membuka pintu, dimana putus asa senantiasa menutupnya jadi milikilah harapan di dalam Kristus.
 Apabila kau mencintai, kau takkan berkata, “Tuhan ada dalam hatiku,” tetapi sebaliknya “Aku berada di dalam hati Tuhan” (Puisi Cinta Kahlil Gibran)


Good News FM 94.9, Maret 2009

YESUS, ALIRAN AIR DI TEMPAT KERING

Sahabat Ichthus = Renungan pagi


Yesaya 32:2

"Dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus" (Yes.32:2).
TBIS
32:2 Mereka masing-masing seperti tempat berlindung dari angin dan badai. Mereka seperti sungai yang mengalir di padang pasir, seperti naungan batu yang besar di tanah yang tandus

Salah satu kalimat menarik dalam ayat ini adalah, "aliran-aliran air di tempat kering."
מים = mayim = mahyim = sumber, mata air, membanjiri atau mengairi/menggenangi.
עיף = ‛ayêph ארץ 'erets = aw-yafe' eh'-rets = tanah, dunia atau bumi yang capek, letih, membosankan, jemu, melelahkan = bumi yang lemah lesu tidak besemangat.

Siapakah yang dimaksudkan dengan aliran air di tempat yang kering? Dialah Yesus Kristus yang mengungkapkan diriNya sebagai aliran air kehidupan kepada perempuan Samaria di perigi Yakub (Yoh.4:13-14). Yesuslah, sungai pada tempat kering!

I Yesus, Sungai Pada Tempat Kering, membuktikan Dialah sumber hidup kita.

• Di mana ada air, di situ ada kehidupan, karena air identik dengan kehidupan.
• Berbagai cara Yesus mengungkapkan diriNya sebagai sumber kehidupan.
 Aku jalan, kebenaran dan kehidupan (Yoh. 14:6)
 Akulah roti hidup (Yoh.6:35).

 Aku datang supaya mereka memperoleh hidup (Yoh. 10:10).

 Akulah kebangkitan dan hidup (Yoh. 11:25).

 Siapa percaya kepadaKu, ia akan hidup (Yoh. 11:25).

 Aku hidup dan kamupun akan hidup (Yoh. 14:19).

 Dalam Dia ada kehidupan (Yoh.1:14).


II. Yesus Sungai Pada Tempat Kering, membuktikan bahwa Dialah sumber kepuasan kita.

• Jiwa manusia ibarat tanah kering yang tidak pernah puas menelan air hujan (Ams.30:16).

• Yesuslah kepuasan kita (Mat. 11:28).

o Perempuan Samaria mendapat kepuasan (Yoh.4:13-14).

o Zakheus mendapat kepuasan (Luk.19:6).

o Tiap orang yang memiliki persoalan yang membuat jiwanya kering, Yesuslah air yang memuaskan (Mat. 11:28).

• Jika Yesus air kehidupan, maka kita tidak boleh jauh dari Dia, jika kita ingin subur dan berbuah lebat (Mzm.1:3).

• Jika Yesus air kehidupan, maka kita ibarat ikan harus hidup didalam Dia, supaya barang apapun yang kita minta, ia akan mengabulkanNya (Yoh. 15:7).


Apapun persoalan hidup kita = perjumpaan dengan Tuhan Yesus adalah sesuatu yang menyenangkan.
Ichthus, 9 Agustus 2009